Kemungkinan Pilkada Serentak

KEMUNGKINAN PILKADA SERENTAK

Oleh : Prof. Dr. Sadu Wasistiono, MS (Kepala LPM IPDN – Guru Besar IPDN)

A. PENDAHULUAN

Keinginan untuk menyelenggarakan pemilihan kepala daerah – baik provinsi maupun kabupaten/kota – secara serentak sebenarnya pernah mencuat dalam pembahasan RUU pemerintahan daerah. Para penyusun UU nampaknya ragu-ragu apakah Pilkada dapat berjalan dengan baik. Kegamangan yang sama dihadapi oleh para penyusun Amandemen UUD 1945, pada waktu merumuskan pasal 18A, yang menyebutkan bahwa Kepala Daerah dipilih secara demokratis. Rumusan tsb berbeda dengan rumusan pasal 6A yang mengatakan bahwa Presiden dan Wakil Presiden dipilih secara langsung. Pemilihan Kepala Daerah secara demokratis dapat ditafsirkan dilakukan secara langsung ataupun melalui perwakilan (melalui DPRD).

Pemilihan Kepala Daerah secara serentak dilaksanakan pertama kali di NAD, kalau pemilihan kepala daerah secara serentak dapat dilaksanakan di NAD, berarti terbuka kemungkinan untuk dilaksanakan di tempat lain di Indonesia, dan berlaku secara menyeluruh ( bukan parsial antarprovinsi), meskipun dengan berbagai persyaratan dan kondisi tertentu, mengingat adanya berbagai ketentuan yang akan terlanggar.

B. BERBAGAI HAL YG PERLU DIPERHATIKAN

Pada pasal 2 ayat (1) dan ayat (4) mengatur bahwa DPRD memberitahu secara tertulis kepada Kepala Daerah mengenai berakhirnya masa jabatan. Pemberitahuan dilakukan 5 (lima) bulan sebelum berakhirnya masa jabatan KDH. (H-5 bulan). Ketentuan pada pasal 99 ayat (1) s/d ayat (3) serta pasal 100 ayat (1) dan (2) PP Nomor 6 Tahun 2005 tentang Pemilihan, Pengesahan, Pengangkatan, dan Pemberhentian KDH dan Wakil KDH, memberikan batas waktu untuk pelantikan pasangan Calon KDH dan Wakil KDH terpilih. DPRD à mengusulkan calon KDH dan Wakil KDH kpd pejabat yg berwenang selambat-lambatnya 3 hari setelah menerima BA dari KPUD. Pejabat yg berwenang è mengesahkan dan mengangkat calon KDh dan Wakil KDH selambat-lambatnya 30 hari setelah menerima surat pemberitahuan dari DPRD.

Penolakan dari KDH dan Wakil KDH yang dimajukan pemilihannya krn masa jabatannya menjadi berkurang. Apabila Pilkada dilaksanakan serentak pada bulan Juni misalnya, maka akan ada dua kelompok nasalah berkaitan dengan masa jabatan KDH. Kelompok pertama adalah mereka yang masa jabatannya habis dari bulan Januari s/d Juni dan kelompok jabatan KDH yang masa jabatannya habis pada bulan Juni s/d Desember. Pada kelompok masa jabatan pertama, jabatan KDH dan Wakil KDH harus diisi oleh PENJABAT, krn kalau penjabatnya dipegang oleh KDH dab Wakil KDH yg sedang duduk, ybs tidak boleh mengikuti pencalonan. (pasal 58 huruf p UU Nomor 32 Tahun 2004). Hal ini akan menimbulkan berbagai masalah administratif, karena Keputusan pengangkatan penjabat KDH & Wakil KDH dibuat oleh pejabat yg berwenang.

Pada kelompok masa jabatan kedua, akan ada penolakan dari KDH dan Wakil KDH yg sedang menjabat karena masa jabatan mereka menjadi berkurang. Apabila pelantikannya dilakukan bertepatan dengan habisnya masa jabatan ybs, berarti harus ada perubahan pada pasal 99 dan 100 PP Nomor 6 Tahun 2005. Masa jabatan KDH dan Wakil KDH adalah 5 tahun artinya : 5 X 12 bulan = 60 bulan atau 5 X 365 hari = 1.825 hari. Dalam keadaan normal, waktu tsb menjadi hak KDH dan Wakil KDH terpilih untuk duduk dalam jabatannya dengan segala fasilitas yang melekat alam jabatan.

C. KESIMPULAN

PILKADA langsung yang dilaksanakan secara serentak mungkin dilaksanakan apabila berlaku secara nasional, tetapi akan sulit dijuwudkan apabila hanya berlaku untuk satu atau dua provinsi saja, kecuali ada pengaturan khusus berdasarkan peraturan perundang-undangan ( misalnya utk NAD). Akan timbul masalah-masalah administratif dan psikologis yang perlu dipertimbangkan secara matang, terutama bagi KDH dan Wakil KDH yang sedang duduk, kemudian ternyata kalah dalam PILKADA berikutnya.

Sumber ; forumpamong.or.id

Explore posts in the same categories: Uncategorized

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: